<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Hidup Sehat dengan tubuh, pikiran dan keuangan</title>
	<atom:link href="http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hidupsehatyes.com</link>
	<description>Mari kita wujudkan hidup dengan tubuh, pikiran dan keuangan yang sehat. Setiap orang dapat melakukannya.</description>
	<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 03:09:31 +0000</pubDate>
	
	<language></language>
		

	<item>
		<title>5 Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan Si Gila Belanja</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=73</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=73#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 23:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sehat Financial]]></category>

		<category><![CDATA[Belanja]]></category>

		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<category><![CDATA[Positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Hobi belanja memang tak mudah dihilangkan. Daripada berusaha  terus-menerus, bagaimana bila Anda berusaha menyeimbangkan pengeluaran?

Investasi 
Sisihkan  anggaran belanja Anda untuk membeli barang-barang yang bisa memberi  keuntungan di kemudian hari. Daripada terus menerus menambah koleksi  sepatu yang semakin menumpuk, coba sekali-sekali beli produk investasi.

Membeli  emas atau logam mulia lainnya bisa dijadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hobi belanja memang tak mudah dihilangkan. Daripada berusaha  terus-menerus, bagaimana bila Anda berusaha menyeimbangkan pengeluaran?<br />
<br />
<strong>Investasi </strong><br />
Sisihkan  anggaran belanja Anda untuk membeli barang-barang yang bisa memberi  keuntungan di kemudian hari. Daripada terus menerus menambah koleksi  sepatu yang semakin menumpuk, coba sekali-sekali beli produk investasi.<br />
<br />
Membeli  emas atau logam mulia lainnya bisa dijadikan pilihan. Coba tanyakan  juga kepada bank Anda tentang produk-produk investasi lainnya yang  menguntungkan. Tak perlu beli dalam jumlah besar. Tapi jika dilakukan  rutin, sedikit demi sedikit nanti Anda bisa merasakan manfaatnya. <br />
<br />
<strong>‘Garage Sale’</strong><br />
Kumpulkan  beberapa teman Anda yang gila belanja dan coba rencanakan ide ini.  Menggelar “garage sale”, menjual kembali barang-barang Anda yang masih  layak pakai atau bahkan belum (dan tak akan) dipakai sama sekali.<br />
<br />
Akui  saja bahwa banyak benda yang Anda beli lebih baik dijual daripada tidak  terpakai. Barang-barang tersebut hanya akan jadi sarang debu padahal  kalau dijual, bisa menambah pemasukan. Pasang harga yang masuk akal agar  pembeli tertarik. Kalau Anda pasang harga terlalu tinggi, bisa-bisa  benda itu akan kembali ke lemari Anda.<br />
<br />
Lakukan bersama teman agar  kegiatannya lebih menyenangkan. Jika tak mempunyai tempat yang  strategis untuk menggelar dagangan Anda, coba pasarkan barang-barang  Anda lewat forum online atau media sosial. <br />
<br />
<strong>Sumbangkan</strong><br />
Coba  rapikan lemari dan kamar Anda, lalu pilah-pilih beberapa barang yang  tak akan digunakan lagi. Jika masih ada beberapa pakaian atau benda yang  layak pakai, coba pikirkan untuk menyumbangkannya. Banyak orang yang  lebih membutuhkan barang tersebut daripada Anda.<br />
<br />
Melakukan  kegiatan amal juga dipercaya bisa memberi efek yang baik untuk  meningkatkan mood. Tanya keluarga atau teman Anda yang kemungkinan  memiliki benda yang juga bisa disumbangkan. Jika Anda menggelar garage  sale, bisa juga sebagian atau seluruh hasilnya kemudian disumbangkan  kepada yang membutuhkan. Hasil belanja Anda akhirnya tak hanya bisa  menyenangkan diri sendiri, tapi juga orang lain. <br />
<br />
<strong>Modifikasi </strong><br />
Pakaian  lama mungkin sudah terlihat membosankan dan tak akan dipakai lagi. Jika  Anda sayang untuk menjual atau menyumbangkannya, coba lakukan  modifikasi. Pilih pakaian yang kondisinya masih baik. Buka majalah mode  atau referensi mode di Internet untuk mencari inspirasi. Minta bantuan  orang tua, penjahit, atau teman jika tidak bisa mengerjakannya sendiri. <br />
<br />
Menambahkan  beberapa payet, renda, atau modifikasi model pakaian lama bisa jadi  lebih ekonomis daripada membeli yang baru. Mulai saat ini, jika ingin  membeli baju dengan model tertentu, lihat kembali dahulu koleksi lama  Anda. Siapa tahu ada pilihan untuk melakukan modifikasi. <br />
<br />
<strong>Pinjam atau Barter</strong><br />
Punya  baju baru bukan harus dari hasil membeli. Coba cari teman Anda yang  memiliki tubuh hampir seukuran dan selera yang mirip. Tawarkan opsi  barter pakaian untuk menyegarkan koleksi busana Anda. <br />
<br />
Untuk  acara yang jarang terjadi atau hanya terjadi satu kali, usahakan tak  perlu membeli baju baru. Coba tanya kakak, adik, ibu, atau teman Anda  yang mungkin saja memiliki benda yang dibutuhkan.<br />
<br />
Bayangkan  berapa pengeluaran yang bisa Anda hemat dengan mengurangi pengeluaran  dari hal seperti ini. Saat ini juga sudah terdapat beberapa toko yang  menawarkan penyewaan baju, tas, atau sepatu. Toko-toko seperti ini bisa  dijadikan pilihan untuk menekan pengeluaran.</p>

<p><cite class="byline vcard">Oleh Puteri Fatia| <span class="provider org">Yahoo She</span></cite></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=73</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Sudah Benarkah Cara Anda Mencuci Rambut?</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=72</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=72#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 02:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tubuh Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[Rambut]]></category>

		<category><![CDATA[Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[Shampo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Mencuci rambut adalah salah satu aktivitas yang saking seringnya kita  lakukan, kita tak pernah berpikir lagi saat melakukannya. Otomatis saja  seperti robot. Padahal banyak hal saat keramas yang selama ini kita  lakukan dengan salah. Coba simak aturan keramas berikut ini, apakah kita  sudah melakukan hal yang benar?

Tak perlu tiap hari
Keramas  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencuci rambut adalah salah satu aktivitas yang saking seringnya kita  lakukan, kita tak pernah berpikir lagi saat melakukannya. Otomatis saja  seperti robot. Padahal banyak hal saat keramas yang selama ini kita  lakukan dengan salah. Coba simak aturan keramas berikut ini, apakah kita  sudah melakukan hal yang benar?<br />
<br />
<strong>Tak perlu tiap hari</strong><br />
Keramas  setiap hari, boleh. Tapi tak semua rambut perlu keramas tiap hari. Jika  Anda rutin berolahraga setiap hari, maka keramas setiap hari adalah  kewajiban. Namun jika rambut Anda kering, atau keriting dan tebal  mengembang, keramas cukup dua hari sekali.<br />
<br />
<strong>Wajib menyisir dulu</strong><br />
Menyisir  tak hanya dilakukan untuk merapikan rambut. Saat basah, rambut menjadi  lebih rapuh, mudah patah, dan mudah rontoh. Akan lebih parah jika rambut  dalam keadaan kusut saat dibasahi. Jadi sebelum menyiram rambut dengan  air, pastikan rambut dalam keadaan rapi dan sudah disisir.<br />
<br />
<strong>Perhatikan label shampo</strong><br />
Jika  rambut Anda berminyak, jangan pakai shampo untuk rambut kering. Efeknya  rambutnya Anda malah akan semakin lepek dan berminyak. Kenali jenis dan  kekurangan rambut Anda, lalu pilihlah shampo dan kondisioner yang  sesuai.<br />
<br />
<strong>Tak perlu banyak-banyak</strong><br />
Rambut Anda  hanya membutuhkan sedikit produk, baik itu shampo, kondisioner, gel  rambut, dan produk lainnya. Tuangkan shampo secukupnya saja, tak perlu  berlebihan. Anda tentu tak mau membanjiri rambut Anda dengan bahan  kimia  berlebihan, bukan?<br />
<br />
<strong>Jangan pakai air panas</strong><br />
Mandi  pagi terasa lebih nikmat memakai air panas. Namun temperatur air yang  terlalu tinggi bisa membuat rambut dan kulit kepala jadi kering. Jika  tak tahan keramas dengan air dingin, gunakan air hangat suam-suam kuku.<br />
<br />
<strong>Shampo di atas, kondisioner di bawah</strong><br />
Yang  perlu dibilas dengan shampo hanya kulit kepala Anda dan rambut bagian  atas. Setelah berbusa, biarkan busa shampo turun sendiri hingga ke ujung  rambut, bagian yang paling rapuh. Untuk kondisioner, justru sebaliknya.  Usapkan hanya di ujung rambut.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=72</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Ups! High Heels Rusak Cara Jalan Wanita</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=70</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=70#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tubuh Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[Cara Jalan Wanita]]></category>

		<category><![CDATA[High Heels]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan memakai sepatu high heels memang acapkali dianggap tidak menyehatkan. Meskipun demikian, para  wanita tetap nekat memakainya demi meningkatkan rasa percaya diri.
Namun, sebaiknya kini Anda perlu berpikir seribu kali jika ingin  memakai high heels. Penelitian terbaru menunjukkan memakai sepatu berhak  tinggi bisa mempengaruhi cara jalan penggunanya, bahkan saat mereka  tidak mengenakannya.
Temuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan memakai sepatu<em> high heels</em> memang acapkali dianggap tidak menyehatkan. Meskipun demikian, para  wanita tetap nekat memakainya demi meningkatkan rasa percaya diri.</p>
<div>Namun, sebaiknya kini Anda perlu berpikir seribu kali jika ingin  memakai high heels. Penelitian terbaru menunjukkan memakai sepatu berhak  tinggi bisa mempengaruhi cara jalan penggunanya, bahkan saat mereka  tidak mengenakannya.</div>
<div>Temuan ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan peneliti  dari Griffith University di Queensland, Australia. Peneliti merekrut  beberapa wanita muda dan membaginya menjadi dua kelompok.</div>
<div>Yang pertama adalah para wanita yang terbiasa memakai sepatu high  heels dengan hak 5 cm atau lebih selama 40 jam dalam seminggu dalam dua  tahun. Sementara kelompok kedua adalah para wanita yang selalu memakai  flat shoes. Peneliti kemudian meminta semua partisipan untuk berjalan  tanpa high heels guna menilai apakah telah terjadi perubahan cara mereka  berjalan.</div>
<div>Para peneliti juga meminta semua partisipan berjalan disebuah<em> runway</em> bersensor sepanjang 26 kaki atau sekitar 7-8 meter untuk mengetahui  tekanan masing-masing kaki di lantai beserta gerakan sendi dan otot.</div>
<div>Peneliti menemukan para wanita yang terbiasa memakai sepatu high  heels memiliki cara jalan yang berbeda, bahkan saat mereka berjalan  tanpa alas kaki dan saat mereka beralih menggunakan flat shoes.</div>
<div>
</div>
<div><strong>&#8220;Wanita yang terbiasa memakai high heels pada sebagian besar  aktivitasnya, maka posisi kaki dan tumit pada saat memakai high heels  akan menjadi standar baru bagi bagi sendi dan struktur dalam kaki,&#8221;</strong> ungkap peneliti Neil J Cronin seperti dilansir melalui Topnews, Rabu  (1/2).</div>
<div>Temuan yang dipublikasikan dalam<em> Journal of Applied Physiology</em> bulan ini juga menunjukkan wanita yang terbiasa memakai high heels  dilaporkan mengambil langkah lebih pendek dalam berjalan atau berlari.</div>
<div>Setelah diteliti, otot kaki wanita yang terbiasa memakai high heels  ternyata mengalami perubahan, menjadi lebih tipis dan tegang. Akibatnya,  kemampuan untuk berjalan dan berlari dengan cepat pun menjadi  berkurang.</div>
<div>Bahkan Dr Cronin juga menambahkan pemakai high heels lebih mungkin  menderita kelelahan otot dan cedera regangan. Maka sebaiknya berilah  waktu waktu pada kaki untuk beristirahat dari ketegangan yang  diakibatkan saat memakai high heels.</div>
<div>
</div>
<div>From Ghiboo.com<strong><strong></strong></strong></div>
<div><a name="fb_share"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=70</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Biasakan Makan Sayur &#38; Perbanyak Minum Air</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=69</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=69#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tubuh Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[Makan Sayur]]></category>

		<category><![CDATA[Minum Air]]></category>

		<category><![CDATA[Sayur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Susah BAB merupakan hal yang menyebalkan, apalagi jika kita sudah lama mengedam lama di toilet namun BAB belum juga keluar.
Hal ini akan tambah menyiksa jika kita jarang BAB dalam seminggu, perut akan terasa penuh dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan.
Hal itu menjadi salah satu gejala sembelit atau dalam istilah kedokterannya disebut konstipasi.
Kontipasi ini menjadi pokok bahasan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Susah BAB merupakan hal yang menyebalkan, apalagi jika kita sudah lama mengedam lama di toilet namun BAB belum juga keluar.</p>
<p>Hal ini akan tambah menyiksa jika kita jarang BAB dalam seminggu, perut akan terasa penuh dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan.</p>
<p>Hal itu menjadi salah satu gejala sembelit atau dalam istilah kedokterannya disebut konstipasi.</p>
<p>Kontipasi ini menjadi pokok bahasan yang dibahas pada &#8220;Simposium Sosialisasi Konsesus Nasional Diare Akut dan Kontipasi&#8221; yang digelar oleh Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia di Hotel Horison, Jl Jend Sudirman, Makassar, Sabtu (17/12/2011).</p>
<p>Sembelit akut berlangsung selama 6 bulan. Keluhan yang biasa dirasakan adalah BAB kurang, misalnya hanya BAB 3 kali seminggu, saat BAB harus mengedam kuat, rasa tidak enak di perut bila BAB tidak keluar, dan perut terasa kembung.</p>
<p>Dosen Fakultas Kedokteran UI dr Chudahman Manan SpPD-KGEH yang tampil menjadi pemateri mengatakan, ada dua penyebab terjadinya kontipasi yakni penyebab primer dan penyebab sekunder.<br />
Penyebab sekunder biasanya tidak diketahui secara pasti, umumnya akibat pergeragaran otot pencernaan dan syaraf pencernaan.</p>
<p>Sementara penyebab sekunder diakibatkan karena adanya penyakit tertentu misalnya diabetes, kanker usus, radang usus, dan pengaruh mengonsumsi obat-obatan. Selain itu, kurang mengonsumsi air putih.</p>
<p>Nah jika memang gejala tersebut sudah ada, maka sebaiknya Anda mulai menatap pola hidup dengan cara mengonsumsi makanan berserat dan memperbanyak minum air putih.</p>
<p>Dalam sehari, sebaiknya mengunsumsi air minimal 30-50 cc per kilogram per hari dalam artian tidak sakit dan jenis aktivitasnya, misalnya jika aktivitasnya sebagai tukang batu tentu juga harus meminium air dengan jumlah yang lebih banyak.</p>
<p>&#8220;Selain itu, memperbanyak makan makanan berserat,&#8221; ujar Chudahman yang didampingi oleh dr Nu&#8217;man AS Daud SpPD.<br />
Serat ini dapat diperoleh pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun, terkadang ada juga orang yang tidak suka makan sayur ataupun buah-buahan, jika demikan maka perlu mencoba untuk belajar mengunsumsi sayur dan buah-buahan tersebut.</p>
<p>Meskipun sembelit tidak dianggap sebagai penyakit namun sembelit jangan dianggap masalah remeh, karena akan menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya maag, kembung, wasir, dan kanker usus besar.</p>
<p>From TRIBUNNEWS.COM</p>
<div><a name="fb_share"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=69</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Perempuan Tambah Gemuk Setelah Menikah</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=68</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=68#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tubuh Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[Menikah]]></category>

		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pria dan wanita merasa badannya lebih berisi setelah menikah. Perasaan lebih gemuk ini bisa jadi bukan sekedar mitos. Studi baru yang dipresentasikan di American Sociological Association, menyatakan perkawinan memang bisa mengarah ke penambahan berat badan yang cukup signifikan.
Studi ini mengatakan, setelah menikah berat badan wanita bisa meningkat hingga 33 persen. Angka itu pun masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa pria dan wanita merasa badannya lebih berisi setelah menikah. Perasaan lebih gemuk ini bisa jadi bukan sekedar mitos. Studi baru yang dipresentasikan di American Sociological Association, menyatakan perkawinan memang bisa mengarah ke penambahan berat badan yang cukup signifikan.</p>
<p>Studi ini mengatakan, setelah menikah berat badan wanita bisa meningkat hingga 33 persen. Angka itu pun masih masuk kategori peningkatan berat badan dalam skala kecil. Peningkatan berat badan pada skala yang lebih besar, bahkan mencapai 48 persen.</p>
<p>Namun, tunggu dulu, jangan buru-buru mengkambinghitamkan pernikahan jika anda tiba-tiba menjadi gemuk. Studi yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa ada kecenderungan perubahan pola makan pada wanita setelah menikah.</p>
<p>Orang yang telah menikah cenderung sering makan bersama. Hal ini yang diyakini menjadi salah satu penyebab meningkatnya berat badan seseorang setelah menikah.</p>
<p>Jika sang suami memiliki porsi makan lebih banyak, hal ini dapat mempengaruhi nafsu makan sang istri. Dengan kata lain, keinginan untuk makan banyak terkadang bukan disebabkan oleh nafsu makan sendiri, namun berasal dari nafsu makan yang tertular dari pasangan mereka.</p>
<p>Pasangan yang baru menikah juga cenderung untuk sering bereksperimen membuat masakan. Akhir pekan yang dihabiskan bersama, sering identik dengan membuat menu baru pada makanan mereka.</p>
<p>Sebagai bentuk penghargaan, sang suami akan menghabisakan makanan sebagai penghargaan bagi sang istri. Sementara itu, sang istri juga akan terpengaruh dengan nafsu makan suami. </p>
<p>Namun, lelaki cenderung menghabiskan kalori yang lebih banyak dibandingkan perempuan, bahkan ketika sedang beristirahat. Sedangkan pembakaran kalori pada tubuh wanita lebih lambat. Oleh karena itu jangan heran perempuan cenderung lebih mudah bertambah gemuk setelah menikah.</p>
<p>From REPUBLIKA.CO.ID</p>
<div><a name="fb_share"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=68</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Agar Sakit Pinggang Tak Mengganggu Kerja</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=67</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=67#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Terlalu sering berinteraksi dengan komputer bisa membuat pinggang terasa pegal, bahkan nyeri. Tak hanya itu, rutinitas ini juga punya dampak buruk terhadap leher dan bahu. Menurut ahli, dampak negatif ini muncul akibat postur tubuh Anda yang kurang baik ketika bekerja.
Coba simak beberapa tips berikut agar Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa harus diganggu nyeri pinggang. Sebab, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlalu sering berinteraksi dengan komputer bisa membuat pinggang terasa pegal, bahkan nyeri. Tak hanya itu, rutinitas ini juga punya dampak buruk terhadap leher dan bahu. Menurut ahli, dampak negatif ini muncul akibat postur tubuh Anda yang kurang baik ketika bekerja.</p>
<p>Coba simak beberapa tips berikut agar Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa harus diganggu nyeri pinggang. Sebab, bila nyeri sudah mendera, mau tak mau pekerjaan juga akan terbengkalai, bukan?</p>
<p>1. Miliki kursi kerja yang berkualitas, nyaman, dan mudah disesuaikan. Posisikan kursi di dekat meja, lalu atur ketinggian kursi sehingga bagian siku, pinggul, dan lutut Anda menekuk 90 derajat selama bekerja. Lengan bawah sebaiknya paralel atau sedikit diturunkan ke arah alas meja. Kedua kaki menjejak mantap di lantai. Jika tidak sampai, gunakan kardus atau bangku kecil sebagai tumpuan.</p>
<p>2. Gunakan penahan dokumen yang diletakkan di samping layar komputer dengan jarak pandang yang sama dari mata sehingga Anda bisa bekerja lebih nyaman. Bekerja dengan dokumen yang diletakkan di alas meja akan membuat Anda sering membungkuk sehingga bisa membuat leher gampang pegal.</p>
<p>3. Batasi penggunaan komputer dan ambil jeda setiap 30 menit untuk melakukan peregangan di bagian leher, pergelangan tangan, serta bahu. Alihkan fokus pada titik yang jauh dari Anda, supaya mata bisa rileks sejenak. Bangkitlah dari tempat duduk dan berjalanlah sedikit.</p>
<p>4. Belajarlah mengetik sepuluh jari, sehingga Anda bisa mengetik dengan lancar tanpa harus berkali-kali membungkukkan badan ke depan keyboard untuk mencari-cari huruf yang ingin diketik. Ketahui juga beberapa shortcut komputer, sehingga Anda tidak harus setiap kali menggunakan mouse. Ini juga akan membuat kerja Anda lebih efisien dan cepat.</p>
<p>5. Jaga selalu kesehatan dengan sering berolahraga. Pertahankan kekuatan dan kelenturan tubuh dengan aktivitas seperti yoga dan Pilates. Kelola stres dengan baik di dunia kerja, serta seimbangkan dunia karier dan personal.</p>
<p>From TRIBUNNEWS.COM</p>
<div><a name="fb_share"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=67</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Awas Kegemukan Yuk Ukur Lingkar Pinggang</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=66</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=66#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kegemukan menjadi faktor risiko penyakit jantung selain kolesterol,hipertensi dan diabetes. Prof. Sutomo Kasiman, ahli jantung yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran USU ini menjelaskan , penentuan sesorang kegemukan atau tidak selain berdasarkan Body Mass Index, juga bisa berdasarkan ukuran lingkar pinggang.
Bagi pria,dikatakan gemuk, jika lingkar pinggangnya di atas 88 cm, sedangkan bagi perempuan jika lingkar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegemukan menjadi faktor risiko penyakit jantung selain kolesterol,hipertensi dan diabetes. Prof. Sutomo Kasiman, ahli jantung yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran USU ini menjelaskan , penentuan sesorang kegemukan atau tidak selain berdasarkan Body Mass Index, juga bisa berdasarkan ukuran lingkar pinggang.</p>
<p>Bagi pria,dikatakan gemuk, jika lingkar pinggangnya di atas 88 cm, sedangkan bagi perempuan jika lingkar pinggangnya di atas 86 cm.</p>
<p>Darah tinggi jika pemeriksaan tekanan diastolik darah di atas 130 dan sistoliknya lebih dari 90. Sedangkan kolesterol jika kadar LDL (low density lipoprotein) harus di bawah 130 bagi yang beresiko tinggi.</p>
<p>&#8220;Bagi yang pernah mengalami serangan akibat kolesterol,LDL-nya harus di bawah 100. Dan bila belum pernah ada riwayat kolesterol , LDL-nya boleh di bawah 160. Jadi, penentuannya tidak disamaratakan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>From TRIBUNNEWS.COM</p>

<div><a name="fb_share"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=66</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Kurus Tak Jamin Bebas Ancaman Kolesterol</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=65</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=65#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang merasa bingung dengan kadar kolesterolnya yang tetap saja tinggi padahal ia rajin berolahraga. Dari bersepeda, futsal, sampai joging ia lakoni. Namun setiap medical check up (MCU) yang dilakukan berkala di kantornya, angka kolesterolnya selalu di ambang batas. Setelah ditelusuri, ternyata pola makannya tak teratur. Ia merasa dengan berolahraga maka segala makanan enak bisa ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang merasa bingung dengan kadar kolesterolnya yang tetap saja tinggi padahal ia rajin berolahraga. Dari bersepeda, futsal, sampai joging ia lakoni. Namun setiap medical check up (MCU) yang dilakukan berkala di kantornya, angka kolesterolnya selalu di ambang batas. Setelah ditelusuri, ternyata pola makannya tak teratur. Ia merasa dengan berolahraga maka segala makanan enak bisa ia santap.</p>

<p>Begitu juga dengan Anto, sebut saja begitu. Termasuk rajin dan rutin berolahraga, plus badannya yang kurus, ia merasa aman-aman saja melahap makanan yang diklaim menjadi biang peningkat kolesterol. Betapa kaget ia saat melihat hasil MCU. Kadar kolesterolnya melewati ambang batas. Kurus bukan jaminan bebas dari ancaman kolesterol.</p>

<p>Teman tadi dan Anto masih beruntung karena kesembronoannya tidak sampai menimbulkan kejadian yang parah. Tidak sampai terkena stroke seperti yang dialami Pak Arto. Masa pensiunnya diisi dengan jalan-jalan menelusuri pelosok negeri. Selagi muda ia gemar berolahraga. Begitu juga saat masuk dunia pensiun masih berolahraga meski intensitasnya tidak setinggi kala masih bekerja. Sayangnya, ia terlena dengan kegemarannya berwisata kuliner. Alhasil, stroke menghentikan kegiatannya bertualang.</p>

<p>Berolahraga memang bagus untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun tanpa diimbangi dengan menjaga pola makan penyakit siap menerkam. Oleh karena itu, ayo jaga asupan makanan kita. Sambil mengingat petuah Bapak Kedokteran, Hippocrates, &#8220;Let food be thy medicine and medicine be thy food&#8221;.</p>

<p>From TRIBUNNEWS.COM</p>

<div><a name="fb_share"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=65</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Nanda Widya : Banyak obsesi makin menderita</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=64</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=64#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 13:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[

Bagi Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Nanda Widya, poin  penting dalam bekerja dan hidup adalah berpikir positif. Seorang  pemimpin, katanya, harus selalu berpikir positif sehingga dapat  memandang setiap masalah dengan bijak.

Kepada Bisnis, dia menjelaskan tentang falsafah hidupnya itu serta  pengalamannya saat mempertahankan perusahaan yang nyaris kolaps saat  krisis ekonomi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hidupsehatyes.com/content/uploads/large_nanda-widya.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-63" title="large_nanda-widya" src="http://www.hidupsehatyes.com/content/uploads/large_nanda-widya.jpg" alt="large nanda widya Nanda Widya : Banyak obsesi makin menderita" width="477" height="258" /></a></p>

<p>Bagi Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Nanda Widya, poin  penting dalam bekerja dan hidup adalah berpikir positif. Seorang  pemimpin, katanya, harus selalu berpikir positif sehingga dapat  memandang setiap masalah dengan bijak.</p>

<p>Kepada Bisnis, dia menjelaskan tentang falsafah hidupnya itu serta  pengalamannya saat mempertahankan perusahaan yang nyaris kolaps saat  krisis ekonomi 1998 hingga menjadi korporasi yang ekspansif sekarang,  termasuk bagaimana kiatnya menghadapi tender proyek yang sering kali  bernuansa kolusi. Berikut petikan wawancaranya:</p>

<p><strong>Bagaimanakah perjalanan dan pasang surut Metropolitan Land?</strong></p>

<p>Metland didirikan pada 16 Februari 1994. Kami berha dapan dengan  gelombang terbesar saat krisis moneter pada 1998. Setelah itu, terjadi  gelombang krisis agak kecil pada 2008. Saat gelombang besar 1998, usia  Metland masih sangat muda sekitar 4 tahun.</p>

<p>Saya sebelumnya bergabung dengan Metro politan Development [induk  perusahaan] pada 1991 dan masuk di Metland pada 1994. Kami mendirikan  Metland bekerja sama dengan Government of Singapore Investment  Corporation Private Limited [GIC] dan berkonsentrasi di bidang perumahan  dan komersial.</p>

<p>Ketika terjadi gelombang krisis besar pada 1998, kami ternyata mampu  survive.Tentu banyak cara yang tempuh seperti penyesuaian gaji. Sebagai  contoh, pada saat itu Hotel Horisan di Bekasi yang kami kelola tingkat  okupansinya hanya 28%. Akan tetapi, karena semua menggunakan operator  lokal maka biaya operasi kami tidak begitu besar. Meski isian hotel  hanya 28% kami bisa survive.</p>

<p>Metropolitan Mal yang kami miliki tetap bagus meski seluruh penjualan  real estate-nya tinggal antara 0%-10%. Untuk survive, tidak ada pilihan,  kami juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah pegawai.</p>

<p>Sedangkan pada krisis 2008, gelombangnya relatif kecil karena dampak  terbesar bukan di Asia. Beda dengan 1998 yang dampaknya memang langsung  ke Asia seperti Thailand, Malaysia, Korea. Namun Thailand lebih cepat pulih dibandingkan Indonesia. Indonesia  paling lama. Oleh karena itu Metland baru dapat bernapas lega pada 2004,  sebelumnya pada 1998-2004 tidak banyak yang dapat kami lakukan.</p>

<p>Untuk menghadapi krisis 1998, yang kami lakukan adalah bekerja  bersama-sama dengan seluruh orang-orang yang ada di Metland maupun  Metropolitan Group. Kalau ditangani sendirian saya kira tidak sanggup.  Jadi semua bersedia untuk ikut menanggung bersama-sama, itu kebijakan  yang paling penting.</p>

<p><strong>Kalau perusahaan perlu modal opsi apa yang ditempuh?</strong></p>

<p>Prioritas utama Metland jika membutuhkan modal sejauh ini masih pa da  kredit bank karena bunganya se karang relatif rendah. Rencana kebutuhan  modal tergantung pada proyek. BI Rate sedang turun menjadi 6% sehingga  bunga bank akan lebih kompetitif.</p>

<p>Metland memiliki rasio utang terhadap aset hanya 0,25%. Kami juga pu  nya pilihan rights issue dan menerbitkan obligasi, akan tetapi kredit  bank merupakan opsi yang paling reasonal.</p>

<p><strong>Apa aksi korporasi berikutnya?</strong></p>

<p>Sekarang kami sedang mengembangkan <em>real estate </em>di enam lokasi. Kami berencana masuk ke beberapa daerah untuk mengembangkan hotel dengan <em>branding </em>@home  seperti di Surabaya, Medan, Banjarmasin dan Balikpapan. Sekarang inilah  peluangnya. Kami juga sedang membangun mal baru di Bekasi yang mana di  lo kasi itu akan dibangun apartemen dan perkantoran.</p>

<p>Tim kami juga baru pulang dari Surabaya dan berencana membangun Hotel  Horison atau @home, karena saya melihat bisnis hotel di Indonesia ini  masih prospektif mengingat Indo nesia merupakan negara kepulauan  sehingga <em>travelling</em>nya juga luar biasa. Untuk itu kebutuhan dana internal mencapai Rp1 triliun.</p>

<p><strong>Apa keputusan yang monumental?</strong></p>

<p>Keputusan IPO, saya kira salah satu keputusan penting. IPO perlu  dilakukan perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan. Akan tetapi, itu  bukan keputusan monumental. Yang paling monumental adalah ketika kami  kerja sama dengan pihak luar negeri. Kami memutuskan berpartner dengan  GIC Singapura, pada 1996. Ini adalah in ves tor kelas dunia yang masuk  lima besar.</p>

<p><strong>Pernahkah Anda menghadapi situasi sulit dan dilematis?</strong></p>

<p>Yang paling dilematis dan sulit adalah kondisi pada 1998, terutama saat  bicara dengan karyawan. Sebab, mereka tentu berharap tidak ada PHK.  Waktu kami <em>ngomong </em>kondisi krisis dan perusahan tidak boleh  kolaps maka solusinya adalah menurunkan tingkat gaji. Akhirnya, kami  sepakat untuk menurunkan gaji dan menanggungnya bersama-sama agar bisa  survive.</p>

<p><strong>Apakah Anda pernah membuat keputusan yang salah?</strong></p>

<p>Kalau buat kesalahan sih sering. Begini, kami tidak bisa bilang secara  detail karena memang banyak. Problemnya, pada saat kami putuskan  sekarang, hal itu merupakan keputusan yang betul. Yang penting adalah  pada saat kami putuskan itu betul. Besok atau 1 jam kemudian bisa saja  ternyata keputusan itu salah.</p>

<p>Contoh gampang sebelum krisis, kami mempunyai utang dalam rupiah yang  dikonversi ke dolar AS. Ketika itu, putusan tersebut betul karena  bunganya rendah. Akan tetapi pada saat krisis terjadi, keputusan tadi  menjadi salah. Sebuah keputusan bisa menjadi salah karena beda waktu.</p>

<p>Jadi, kalau sudah diputuskan begini ya ndak apa-apa kalau nanti  ternyata itu salah. Yang penting pada saat diputuskan harus berorientasi  pada hasil yang terbaik. Bahkan ternyata hasilnya tidak baik, itu  urusan kedua. Jadi, memutuskan itu butuh keberanian.</p>

<p>Kadang-kadang putusan untuk tidak memutuskan pun merupakan sebuah  keputusan juga, yaitu memutuskan untuk tidak diputuskan. Akan tetapi  pada saat memutuskan itu harus kita pikirkan yang terbaik pada saat itu.</p>

<p><strong>Bagaimana sikap Anda jika ada karyawan yang menentang kebijakan perusahaan?</strong></p>

<p>Menentang dalam hal policy sih relatif tidak ada. Kalau menentang pun  karyawan tidak akan frontal. Sebab, kalau memang sudah tidak cocok  dengan kebijakan perusahaan, mereka boleh saja mengundurkan diri. Untuk  itu, biasanya setiap kebijakan kami sosialisasikan terlebih dahulu agar  persepsinya sama.</p>

<p>Namun, kami tetap membuka peluang untuk beda pendapat. Jadi, kalau ada  yang menentang, silakan saja tidak apaapa. Opini mereka akan dimasukkan  pada tahun depan, tetapi tidak tahun ini supaya tidak mengganggu  kinerja.</p>

<p><strong>Anda merasa sukses sekarang?</strong></p>

<p>Saya merasa belum sukses. Ini masih proses. Saya masuk Metropolitan  pada 1981. Banyak guru-guru saya seperti Pak Ciputra, Pak Budi Brasali  (alm), Pak Budiman Sofyan, dan Pak Sedja Bagja.</p>

<p><strong>Bagaimana Anda mempersiapkan kaderisasi kepemimpinan?</strong></p>

<p>Kaderisasi sudah dilakukan. Di bawah saya ada enam hingga tujuh orang  yang siap menggantikan karena saya suatu saat pasti pensiun. Di sini ada  jenjang karier yang cukup baik. Metland rekrut banyak pegawai yang baru  lulus kuliah. Kami berharap dalam 15 tahun kemudian mereka sudah berada  di posisi direksi. Kami membina dengan ilmu yang diperlukan. Ilmunya  adalah real estate.</p>

<p><strong>Soal pensiun, apakah Anda sudah mempersiapkannya?</strong></p>

<p>Ya, batas usianya kan 60 tahun. Lebih baik siap sekarang supaya ketika  pensiun lebih aman karena untuk Metland ada budaya regenerasi. Namun, di  luar Metland saya berharap bisa mengembangkan hotel yang dioperasikan  oleh MGM yang tentunya butuh penanganan juga. Selain itu, saya juga bisa  mengerjakan bisnis lain yang bisa dikembangkan.</p>

<p><strong>Bagaimana Anda mempersepsikan pelanggan dan pesaing ?</strong></p>

<p>Kami melihat pelanggan dari berbagai sudut pandang. Kalau dari sudat  pandang perumahan, tentu beda dengan hotel dan mal. Pada konsumen  perumahan yang diprioritaskan adalah bagaimana konsumen mendapatkan  lingkungan yang baik dan kualitas rumah yang tinggi. Kami selalu  mengejar kualitas. Ini untuk konsumen perumahan. Kualitas harus di atas  rata-rata.</p>

<p>Untuk hotel, sentuhannya harus terasa sejak konsumen masuk hotel. Harus  terasa seperti rumah sendiri dan dilayani dengan baik. Saat pelanggan  masuk pasti dikasih senyum.</p>

<p>Sementara untuk mal, yang penting adalah faktor keamanan. Jadi, kami memasang CCTV dan itu sangat berguna sekali.</p>

<p><strong>Seperti apa model kepemimpinan Anda?</strong></p>

<p>Ada beberapa poin penting yaitu pertama semua orang harus berpikir  positif karena semua hal bisa dilihat positif dan negatif tergantung  cara melihatnya. Bagi saya, melihat setiap kejadian harus dari sisi  positif. Ini menjadi nilai poin penting. Pemimpin itu harus berpikir  positif. Kalau pemimpin negative thinking , maka semua akan terlihat  jeleknya saja.</p>

<p>Kedua, saya punya beberapa prinsip bahwa semangat itu adalah hal paling  penting. Setelah itu, dia harus kerja keras, optimistis dan pantang  menyerah. Pemimpin yang pantang menyerah memiliki kekuatan untuk bangun  dari kejatuhan. Sukses orang diukur dari bagaimana jatuh dan bagaimana  bangunnya, seperti bayi yang belajar jalan kan ratusan kali terjatuh  sampai akhirnya bisa jalan. Poin yang kedua ini kami terjemahkan dalam  corporate culture. Ini harus masuk dalam alam bawah sadar.</p>

<p><strong>Bagaimana sikap Anda jika menghadapi tender proyek yang bernuansa korupsi?</strong></p>

<p>Ini memang susah-susah gampang, karena iklim di sini tidak mendukung  untuk bersih 100%. Mungkin banyak orang yang melakukan korupsi, kolusi  dan nepotisme (KKN), akan tetapi yang paling penting adalah kami dan  seluruh karyawan Metland jangan melakukannya. Kami harap perusahaan lain  juga seperti itu. Dengan demikian, semoga suatu saat nanti Indonesia  bebas dari KKN.</p>

<p><strong>Cita-cinta saat masih kecil?</strong></p>

<p>Sejak dulu, cita-cita saya cukup menjadi orang baik saja. Soalnya  menjadi orang baik itu tidak gampang. Menjadi orang baik adalah obsesi  pribadi saya.</p>

<p><strong>Tokoh idola Anda?</strong></p>

<p>Saya tidak punya tokoh idola. Kalau ada yang bertanya, jawabannya  adalah orangtua. Akan tetapi itu sekadar jawaban basa basi karena mau  tidak mau orangtua itu pasti akan menjadi rujukan kita.</p>

<p><strong>Soal kesehatan bagaimana?</strong></p>

<p>Saya melakukan Wai Tan Kung secara rutin sejak 1985 sampai saat ini. Wai Tan Kung menurut saya bagus untuk badan.</p>

<p><strong>Obsesi yang belum tercapai?</strong></p>

<p>Ada dua obsesi, terkait dengan perusahaan dan pribadi. Kalau di  perusahaan, saya punya banyak obsesi. Obsesi di perusahaan itu harus  diobsesikan oleh seluruh orang yang ada di situ. Obsesi yang kami punya  harus diterjemahkan supaya orang di perusahaan itu punya obsesi yang  sama. Itu diterjemahkan menjadi visi. Kalau obsesi sendiri saja dan  tidak diterjemahkan ke bawah ya tidak ada gunanya.</p>

<p>Obsesi saya terkait dengan perusahaan yakni dalam 5 tahun ke depan  harus memiliki 50 hotel. Kalau obsesi pribadi, semakin banyak obsesi ya  semakin menderita. Orang yang semakin memiliki banyak keinginan pribadi  itu patut dikasihani karena dia akan semakin menderita&#8230;ha ha ha.</p>

<p>Oleh Siti Nuraisyah Dewi &amp; M. Munir Haikal<br />
 http://www.bisnis.com/articles/nanda-widya-banyak-obsesi-makin-menderita</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=64</wfw:commentRss>
		</item>


	

	<item>
		<title>Gaji naik turun, gak perlu manyun</title>
		<link>http://www.hidupsehatyes.com/menu.php?idx=62</link>
		<comments>http://www.hidupsehatyes.com/?p=62#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 12:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.hidupsehatyes.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Uang memegang peranan penting dalam urusan duniawi. Tak sedikit yang  mengatakan uang adalah segala-galanya, karena dengan memiliki uang  melimpah kita bisa membeli semuanya, bahkan mengatur hidup orang lain.

Hidup bahagia dengan uang. Namun, tak semua pandangan itu benar. Ada  pula, orang yang memiliki uang melimpah, namun hidupnya tetap saja tak  bahagia. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="article-entry"><p>Uang memegang peranan penting dalam urusan duniawi. Tak sedikit yang  mengatakan uang adalah segala-galanya, karena dengan memiliki uang  melimpah kita bisa membeli semuanya, bahkan mengatur hidup orang lain.</p>

<p>Hidup bahagia dengan uang. Namun, tak semua pandangan itu benar. Ada  pula, orang yang memiliki uang melimpah, namun hidupnya tetap saja tak  bahagia. Di satu sisi, ada juga orang yang memiliki uang pas-pasan,  tetapi menikmati hidup dengan suka cita.</p>

<p>Setiap orang memiliki berbagai cara untuk memperoleh uang. Ada yang  bekerja keras, menjadi seorang wiraswasta, atau menipu orang lain. Cara  terakhir tak mungkin kita terapkan, karena bertentangan dengan norma  sosial.</p>

<p>Bekerja atau membuka usaha menjadi satu cara memperoleh uang atau  pendapatan. Akan tetapi, persoalan kembali muncul, saat kebutuhan hidup  kian pendapatan yang kita peroleh tak lagi mencukupi.</p>

<p>Perencana keuangan dari Shildt Financial Planning Risza Bambang  mengatakan kerap kali orang tak mampu mengukur diri memenuhi kebutuhan  hidup, karena tidak mampu menghitung posisi aset yang dimiliki saat itu.</p>

<p>“Makanya saya sering sebut, orang yang memiliki uang banyak tetapi  utangnya juga menumpuk, pada dasarnya dia bangkrut. Utang itu bukan  harta, karena pembayarannya yang bisa dicicil seolah bisa dianggap  harta,” ujarnya.</p>

<p>Oleh sebab itu, dia memberi masukan kepada masyarakat yang memiliki  pendapatan tetap maupun yang tingkat pemasukannya naik turun setiap  bulan, agar benar-benar mengetahui posisi keuangan yang dimiliki saat  ini.</p>

<p>Langkah berikutnya, menetapkan tujuan keuangan, misal mulai  mempersiapkan biaya pendidikan anak. Nominal yang disiapkan harus  terukur dengan melakukan hitung-hitungan kotor, taruhlah kebutuhan  pendidikan anak Rp20 juta.</p>

<p>“Jangan sekali-kali mempunyai pola pikir kita bekerja hanya untuk  mencari makan, karena orang hidup harus memiliki tujuan,” katanya.</p>

<p><strong>PENDAPATAN TIDAK TETAP</strong></p>

<p>Nah, masalah yang biasanya dihadapi orang yang pendapatannya tidak  tetap adalah kekurangan dana. Suatu saat pendapatan sebulan tinggi,  karena target penjualan terpenuhi sehingga tak masalah dengan kebutuhan  yang harus dicukupi.</p>

<p>Kadang pula, pendapatan bulanan itu tiba-tiba turun drastis.  Menghindari hal ini, dia menyarankan melakukan proyeksi tertulis dan  membuat pembukuan, sehingga apa yang dibutuhkan dapat dipersiapkan  dananya.</p>

<p>Sebagai contoh, sebuah keluarga saat ini memiliki dana pendidikan anak  sebesar Rp5 juta, namun untuk kebutuhan pendidikan anak lebih tinggi  lagi pada 2015 dibutuhkan dana Rp20 juta.</p>

<p>Melihat selisih Rp15 juta tersebut, dia harus mempersiapkan dana untuk empat tahun kedepan sebesar Rp15 juta.</p>

<p>Dengan demikian kita mengetahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan  secara keseluruhan, kapan dana tersebut digunakan, bagaimana cara  mengumpulkan dananya, kemana dana tersebut akan diinvestasikan, serta  bagaimana mengantisipasi risiko-risiko yang berpotensi muncul.</p>

<p>&#8220;Jangan melakukan cara-cara lain yang tidak terdapat dalam rencana.  Misalnya nih, lagi pergi belanja. Kebutuhan yang tertulis di daftar beli  barang A, namun pada kenyataannya membeli barang B. Jangan sampai  terjadi,” jelasnya.</p>

<p>Hal ini merupakan penyimpangan dalam perencanaan keuangan, sehingga  bisa membuat apa yang dibutuhkan tertunda untuk terbeli atau bisa  sebaliknya malah tidak jadi terbeli.</p>

<p>Terakhir, memastikan seluruh rencana keuangan berjalan sesuai alur yang  disusun. Dengan demikian, saat muncul selisih dari rencana yang disusun  atau terdapat kesulitan dapat segera ditemukan, sehingga langkah  perbaikan menjadi lebih tepat berdasarkan data yang akurat.</p>

<p>Arya Permadi dari One Consulting menambahkan prioritas mengelola  keuangan yang harus diperhatikan adalah menempatkan pos pengeluaran  rutin dan pengeluaran tidak rutin.</p>

<p>Pengeluaran rutin dapat dirunut dari mulai cicilan utang yang bersifat  jangka pendek hingga yang sifatnya jangka panjang. “Cicilan jangka  pendek karena biaya keterlambatan cicilan umumnya lebih tinggi dibanding  yang lain,” katanya.</p>

<p>Selain itu, pos pengeluaran rutin mencakup biaya sekolah anak, mulai  dari biaya kursus, operasional rumah tangga, dan lain-lain.</p>

<p>Adapun untuk pos pengeluaran tidak rutin, mencakup pengeluaran yang  bisa ditunda dan tidak menimbulkan efek apapun pada aktifitas  sehari-hari, seperti membeli pakaian, berlibur, atau nonton.</p>

<p>Mengatur keuangan bukan berarti pelit, tetapi mendisiplinkan gaya hidup agar tetap bahagia.</p>

<p>Oleh Stefanus Arief Setiaji <br />
 http://www.bisnis.com/articles/gaji-naik-turun-gak-perlu-manyun</p></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hidupsehatyes.com/?feed=rss2&amp;p=62</wfw:commentRss>
		</item>


	</channel>
</rss>
